Mungkin karena kadang-kadang bergaul dengan orang
yang berusia lebih tua, sebagian teman menganggap bahwa saya sudah seperti
mereka. Lah, kok begitu? Usia mereka
kan gak beda jauh. Jangan-jangan kalau saya sering berkunjung ke panti jompo,
nantinya dianggap kakek-kakek premature.
Ngobrol dengan veteran, nanti dianggap teman seperjuangan. Atau supaya semuanya
jelas, nanti akan saya lampirkan curriculum
vitae disertai fotokopi akte kelahiran.
Sebagai manusia yang ingin dianggap dalam
perkembangan yang normal, maka saya terpaksa harus menyesuaikan tingkah laku
dengan usia yang terus bertambah setiap tahun. Dalam persoalan usia, begitu
beruntungnya saya karena seluruh manusia telah menyepakati bahwa satuan untuk
menyebutkan usia adalah hitungan tahun. Pernah saya bertanya-tanya kenapa usia
tidak dihitung menurut hitungan jam, menit atau detik. Padahal semuanya juga
menunjukkan waktu, dan setiap bertambahnya waktu otomatis usia seseorang juga
bertambah.


