Malam ini tiba-tiba
saya kepikiran untuk menulis lagi. Entah kenapa keinginan itu muncul begitu
saja setelah saya menghidupkan laptop di meja belajar. Setelah saya berfikir
tentang hal apa yang akan saya tuliskan, saya putuskan untuk mengambil segelas air hangat dicampur gula dan teh celup
untuk teman saya kalau-kalau saya haus.
Glek Glek Glek Glek, Aaaaaaahhhhh !
Jangan kaget, saya tadi
minum dulu, jangan buru-buru, tenang.
Oia, ngomong-ngomong
soal menulis, saya memang rajin menulis. Setiap hari saya menulis, mulai dari
sms, BBM, Whatsup, Line dan masih banyak lagi. Seharusnya sekarang ini saya
sudah masuk kategori sebagai seorang penulis belum terkenal. Tapi sayangnya
banyak orang yang tidak percaya. Jujur untuk menulis sesuatu yang panjang,
runtut, dan berkesinambungan saya belum memiliki kemampuan untuk itu. Saya
terbiasa dengan artikel singkat, opini
kilat atau puisi yang kadang-kadang tanpa makna.
Di laptop saya cukup
banyak draf-draf tulisan yang memang belum saya selesaikan. Alasannya memang karena
saya belum jago untuk membagi-bagi waktu. Ketika saya membuka draf tulisan saya
yang lama, saya malah bingung. Ini dulu mulainya gimana dan kenapa ada tema
ini. Beberapa diantaranya saya sudah lupa, kalau harus menyelesaikannya,
berarti saya harus membaca ulang. Membaca ulang membuat pikiran saya semakin
bingung. Maka daripada saya membaca ulang, lebih baik saya bikin yang baru.
Jadi saya harus komitmen untuk menyelesaikan setiap tema yang dipilih dalam
satu waktu supaya tidak ada yang terlantar begitu saja.
Memang sebelumnya
kegiatan ngelantur saya dalam tulisan agak sedikit terganggu oleh satu hal. Saya
tarik garis ke masa lalu. Sebuah peristiwa yang mengubah hidup saya. Kuliah !
Eh eh tapi ini beneran
loh, saya pernah kuliah. Kemarin-kemarin saya pernah menjadi seorang mahasiswa
yang menyelesaikan masa kuliahnya pada semester 2 digit. Ya 2 digit, tepatnya
13 semester ! Saya sudah pernah ceritakan prosesnya waktu itu. Tahu gak ? Itu
loh yang kemarin. Masih belum inget juga? Oke saya ceritakan lagi, begini
ceritanya……….
“@$%&*^^%$%%^&^&^*(&*^^%$%##%^&&(&(^&%$&*()_&^$#@@^&*)+_*&$#@!@$%^(((&&))*__&&^^%%$$#@!#$%^&((&^%$$#@@#$%*()__)(*&^%%$##%^&^%$@)#@O##(#(###&#%%#$*((.....”
Nah kurang lebih
begitu, udah jelas kan semuanya ? Jangan ngambek kalau belum jelas, nanti saya
sumpahin supaya jadi lebih penyabar.
Teman-teman dan adik
tingkat bilang kalau saya terlalu lama makan bangku kuliah. Tapi sebetulnya
saya cuma duduk, gak makan bangku kuliah. Saya takut nanti rayap marah-marah
kalau saya ikutan makan.
Walaupun waktu kuliah
saya cukup lama, tapi nilai IPK saya termasuk kategori sangat memuaskan, apa
lagi kalau ditambah nasi, bisa jadi sangat mengenyangkan. Kalau urusan
pelajaran di kelas, saya bisa bersaing dengan yang lainnya. Yang bikin saya
lama kuliah itu skripsi. Kalu saja kelulusan kuliah diganti dengan ujian
nasional, mungkin saya sudah lulus dari dulu. Tapi ini baru mungkin, belum tahu
kalau memang beneran.
Bicara soal skripsi,
memang sekitar minggu-minggu kebelakang saya begitu dipusingkan oleh makhluk
yang satu ini. Orang-orang menyangka sudah 2 tahun, padahal baru hitungan
minggu. Kalau dijumlahkan, sekitar 90 minggu saya berkutat dengan skripsi. Ya,
namanya juga usaha menghibur diri supaya gak kelihatan terlalu lama. Sebenarnya skripsi saya
bisa selesai dalam dua bulan saja. Tapi semuanya baru selesai dipikiran dan
belum saya ketik, apalagi dikonsultasikan dengan dosen pembimbing.
Informasi yang lebih pentingnya,
dua bulan kemarin saya akhirnya wisuda. Alhamdulillah, akhirnya Ibu dan Bapak
bisa ngambil raport, keluarga juga ikut, tapi Pak RT enggak datang, soalnya
lagi sibuk ngurusin pembangunan masjid di dekat rumah.
Dulu kalau sedang rajin
nulis skripsi, kegiatan harian saya berubah menjadi sangat ilmiah. Kegiatannya
kalau enggak baca-baca materi pendukung di buku ya buka laptop cari informasi
di internet. Jaman sekarang segala informasi bisa diakses melalui internet.
Berbagai macam bacaan, buku, novel, jurnal, artikel, opini dan lainnya ada di internet.
Semuanya pasti setuju kalau jaman sekarang mencari informasi itu sangatlah
mudah, apalagi dengan adanya layanan mesin pencari di internet bernama Google Search. Apa saja yang kamu mau
tahu akan Google berikan dalam hitungan detik, itupun kalau sinyalnya bagus dan
kuota internetnya ada. Semuanya sudah serba enak, tinggal ketik ini itu sudah
ada jawabannya. Saya jadi kepikiran dan ingin melamun bagaimana orang jaman
dulu mencari informasi, apalagi sebelum ada ensiklopedia.
“ Tok tok tok,
Assalamualaikum”
“
Waalaikumsalam, ada apa gerangan Kisanak bertamu malam-malam begini ? ”
“ Begini. Hhmmm,
apa kamu tahu cara menghitung persamaan kuadrat? “
“ Saya kira
Kisanak harus bertanya kepada Plato, beliau guru segala ilmu”
“ Dimana kiranya
saya bisa bertemu dengan Plato ? “
“ Berjalanlah ke
Barat, melewati 7 laut, 5 bukit dan 12 siluman, rumah Plato ada di ujung
jembatan “
“ Baiklah
terimakasih, saya titip keluarga dan jemuran “
Nah, jaman sekarang
semuanya sudah terbantu. Tinggal tuliskan saja keyword di mesin pencari Google, pasti informasinya keluar. Google itu hampir bisa jawab semua pertanyaan
dari segala ilmu. Mulai dari ilmu putih sampai ilmu hitam. Bahkan dalam dunia
pendidikan, Google itu sudah dianggap cukup membantu. Karena banyaknya orang
yang mengakses layanan yang disediakan oleh Google, akhirnya saya pikir, semua
pekerjaan sangat tergantung oleh Google. Karena Google menyimpan segala
informasi, seharusnya perumpamaan tentang buku sudah diganti. Kalau dulu buku
itu jendela dunia, jaman sekarang harus diganti jadi “Google itu jendela dunia,
punya kuota adalah kuncinya”.
.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar