Siang itu saya sedang berada di sebuah toko untuk
membeli rak buku. Barang-barang yang dijual di sana semuanya terbuat dari kayu,
rotan dan bambu. Di samping toko, beberapa pengrajin sedang sibuk memproduksi
beberapa barang seperti: lemari, meja, kursi dan perlengkapan lain, untuk
selanjutnya dijual langsung di toko tersebut. Setelah melihat beberapa barang,
pilihan saya jatuh pada sebuah rak kecil yang sangat unik.
Tiba-tiba turun hujan, saya terpaksa berteduh di
sana. Sambil menunggu hujan reda, saya menghampiri seorang bapak yang sedang
menghaluskan beberapa potongan kayu dengan selembar amplas. Ketika saya sedang
melihat pekerjaan beliau, tiba-tiba pemilik toko datang sambil memarahi
beberapa pengrajin karena hasil pekerjaannya kurang sesuai dengan pesanan
pelanggan.
“Bos nya galak ya Pak ?” tanya saya
“Tidak” jawabnya singkat
“Sering dimarahi ya Pak, kok betah kerja disini ?” tanya saya sedikit penasaran
Sambil tersenyum ramah beliau menjawab. “Bagi kami
para pengrajin di sini, kemarahan bos adalah sebuah kritik agar kami bisa
bekerja lebih sungguh-sungguh. Adek lihat amplas ini permukaannya kasar, tapi
sangat berguna untuk mengaluskan kayu. Begitu pun kritik dari bos tadi, walupun
terdengar kasar seperti amplas ini, tetapi tujuannya untuk mengoreksi cara kami
bekerja.”
Jawaban beliau membuat pikiran saya menjadi terbuka.
Tidak semua orang bisa dengan bijak menerima kritik, bahkan ada juga yang tidak
suka dikritik oleh orang lain. Pengrajin itu mengajarkan bagaimana kita
mengubah cara pandang pada sebuah kritik, kemudian mengubahnya menjadi sebuah kesempatan
untuk melatih kesabaran dan memperbaiki diri. Sikap positif dalam menerima dan
merespon kritik dengan positif bisa bermanfaat untuk membangun pribadi yang
kuat. Walupun terkadang kurang enak didengar, sebuah kritik bisa menjadi alat
koreksi untuk beberapa kesalahan yang kita lakukan. Sadar atau tidak disadari, kita
terkadang lupa jika salah satu cara untuk melihat bagaimana diri kita adalah
melalui mata orang lain. Dari pengalaman ini saya belajar bagaimana seharusnya
kita menyikapi kritik dari orang lain.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar