3 Januari 2015

Jangan-jangan ?


Karena hujan belum juga reda, jadi saya gak kemana-mana. Padahal sudah akhir tahun, diluar sana pasti banyak kejutan. Mau setuju atau tidak, biasanya akhir tahun adalah waktu yang paling ditunggu-tunggu bagi sebagian orang. Banyak hal menarik, dari mulai liburan panjang, persiapan menyambut tahun baru atau toko-toko yang ngasih diskon cukup lumayan karena gudangnya mau dicuci.

Setiap akhir tahun juga, biasanya orang-orang sibuk menyiapkan resolusi untuk tahun mendatang. Berbagai hal disusun sedemikian rupa sebagai evaluasi di tahun ini. Sederhananya sih menyusun cita-cita dan harapan tahun depan. Yang bagusnya bisa dilanjutkan, yang kurangnya diperbaiki, yang jeleknya ya ditinggalkan.

Iseng-iseng saya nyalakan televisi untuk sekedar cari hiburan. Bulak-balik putar chanel hasilnya rata-rata sama, semua tayangan memberitakan tentang bencana alam di Indonesia. Mulai dari banjir, longsor, erupsi gunung dan angin puting beliung. Timbul rasa prihatin, ditengah kesenangan sebagian orang, sebagiannya lagi harus berjuang menghadapi bencana.
“Kok tiap tahun sering terjadi bencana ya, apa cuma kebetulan?”
“Apa ini cobaan dari Gusti Allah?”
Karena tayangan tadi, pikiran saya tiba-tiba mengajak berdiskusi. Tahun-tahun sebelumnya juga begitu, ada erupsi Gunung Sinabung, gempa bumi di beberapa daerah, banjir bandang di Manado, tsunami di Aceh atau bencana-bencana besar lainnya yang juga banyak menelan korban jiwa.

Saya telah percaya kalau apa yang ada di langit dan di bumi seperti bintang-bintang, matahari, bulan, pohon-pohon, angin, air, gunung-gunung adalah ciptaan Allah. Status mereka sama seperti halnya manusia, sebagai makhluk yang mesti patuh kepada penciptanya. Masing masing diantara mereka juga telah bersujud kepada Sang Wujud karena mereka juga makhluk.

Kalau diibaratkan, anggap saja semua makhluk di langit dan di bumi adalah anak buah, dan Allah adalah bos. Sudah kita tahu, tugas anak buah itu harus patuh sama bos. Kalau bos ngasih perintah A, ya kerjakan. Kalau bos ngelarang hal B, ya jauhi. Kita itu punya bos yang baik, bahkan sangat baik. Mau ini dikasih, minta itu dikabul. Coba saja bayangkan, kalau ada anak buah yang membangkang, sudah pasti bos kesal. Bukan hanya bos, anak buah yang lain juga akan marah.

Di dunia yang kongkret, makhluk yang paling potensial membangkang itu manusia. Lihat saja, kerusakan di bumi itu ulah siapa? sungai tercemar ulah siapa? hutan jadi gundul gara-gara siapa?. Urusan dengan sesama makhluk saja sudah banyak yang “ngeyel”, belum lagi urusan ibadah dengan Allah. Kalau sudah begini jelas Allah akan marah dan menurunkan hukuman bagi mereka yang membangkang.

Karena status makhluk lain seperti gunung, laut, matahari, angin, awan juga sama sebagai anak buah. Jangan-jangan mereka juga kesal dengan ulah manusia yang membangkang pada ‘bos’ . Jangan-jangan bencana-bencana ini juga bentuk kekesalan anak buah yang lain. Jangan-jangan mereka juga marah dengan ulah manusia. Jangan-jangan mereka juga memperingatkan kita untuk tetap patuh dengan bos. Jangan-jangan ?

Mudah-mudahan saja kita tidak termasuk orang yang membangkang. Jangan sampai Allah menurunkan hukuman yang teramat pedih. Karena Allah itu Maha Kuasa, apapun yang Dia kehendaki pasti terjadi. Ini hanya pikiran saya saja, mau setuju atau tidak silahkan. Kalau saya salah, mohon diingatkan. 

2 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...