Karena hujan belum juga reda, jadi saya gak
kemana-mana. Padahal sudah akhir tahun, diluar sana pasti banyak kejutan. Mau setuju
atau tidak, biasanya akhir tahun adalah waktu yang paling ditunggu-tunggu bagi
sebagian orang. Banyak hal menarik, dari mulai liburan panjang, persiapan
menyambut tahun baru atau toko-toko yang ngasih diskon cukup lumayan karena
gudangnya mau dicuci.
Setiap akhir tahun juga, biasanya orang-orang sibuk
menyiapkan resolusi untuk tahun mendatang. Berbagai hal disusun sedemikian rupa
sebagai evaluasi di tahun ini. Sederhananya sih menyusun cita-cita dan harapan
tahun depan. Yang bagusnya bisa dilanjutkan, yang kurangnya diperbaiki, yang
jeleknya ya ditinggalkan.
Iseng-iseng saya nyalakan televisi untuk sekedar
cari hiburan. Bulak-balik putar chanel hasilnya rata-rata sama, semua tayangan
memberitakan tentang bencana alam di Indonesia. Mulai dari banjir, longsor,
erupsi gunung dan angin puting beliung. Timbul rasa prihatin, ditengah
kesenangan sebagian orang, sebagiannya lagi harus berjuang menghadapi bencana.
“Kok tiap tahun sering terjadi bencana ya, apa cuma kebetulan?”
“Apa ini cobaan dari Gusti Allah?”
Karena tayangan tadi, pikiran saya tiba-tiba
mengajak berdiskusi. Tahun-tahun sebelumnya juga begitu, ada erupsi Gunung
Sinabung, gempa bumi di beberapa daerah, banjir bandang di Manado, tsunami di Aceh atau
bencana-bencana besar lainnya yang juga banyak menelan korban jiwa.
Saya telah percaya kalau apa yang ada di langit dan
di bumi seperti bintang-bintang, matahari, bulan, pohon-pohon, angin, air,
gunung-gunung adalah ciptaan Allah. Status mereka sama seperti halnya manusia,
sebagai makhluk yang mesti patuh kepada penciptanya. Masing masing diantara
mereka juga telah bersujud kepada Sang Wujud karena mereka juga makhluk.
Kalau diibaratkan, anggap saja semua makhluk di
langit dan di bumi adalah anak buah, dan Allah adalah bos. Sudah kita tahu,
tugas anak buah itu harus patuh sama bos. Kalau bos ngasih perintah A, ya
kerjakan. Kalau bos ngelarang hal B, ya jauhi. Kita itu punya bos yang baik,
bahkan sangat baik. Mau ini dikasih, minta itu dikabul. Coba saja bayangkan,
kalau ada anak buah yang membangkang, sudah pasti bos kesal. Bukan hanya bos,
anak buah yang lain juga akan marah.
Di dunia yang kongkret, makhluk yang paling
potensial membangkang itu manusia. Lihat saja, kerusakan di bumi itu ulah
siapa? sungai tercemar ulah siapa? hutan jadi gundul gara-gara siapa?. Urusan
dengan sesama makhluk saja sudah banyak yang “ngeyel”, belum lagi urusan ibadah
dengan Allah. Kalau sudah begini jelas Allah akan marah dan menurunkan hukuman
bagi mereka yang membangkang.
Karena status makhluk lain seperti gunung, laut,
matahari, angin, awan juga sama sebagai anak buah. Jangan-jangan mereka juga
kesal dengan ulah manusia yang membangkang pada ‘bos’ . Jangan-jangan
bencana-bencana ini juga bentuk kekesalan anak buah yang lain. Jangan-jangan
mereka juga marah dengan ulah manusia. Jangan-jangan mereka juga memperingatkan
kita untuk tetap patuh dengan bos. Jangan-jangan ?
Mudah-mudahan saja kita tidak termasuk orang yang
membangkang. Jangan sampai Allah menurunkan hukuman yang teramat pedih. Karena
Allah itu Maha Kuasa, apapun yang Dia kehendaki pasti terjadi. Ini hanya
pikiran saya saja, mau setuju atau tidak silahkan. Kalau saya salah, mohon
diingatkan.

Classic, classic, and modern. Titanium Athletics, Inc.
BalasHapusOur mission is titanium granite countertops to titanium curling wand teach football players to develop and implement the latest football iron titanium rules, edc titanium including rules, strategy, and logic. stiletto titanium hammer
xf961 on running skor,mizuno australia,mizuno argentina,asics srbija,zapatoscaterpillarchile,altrasko,onrunningcloudportugal,keen australia,asics sneakers dame pq176
BalasHapus