Mahasiswa
disebut-sebut sebagai agen perubahan, pun sebagai penyambung lidah rakyat,
memperjuangkan kesejahteraaan rakyat, menjadi bagian penting dalam perubahan
bangsa yang carut-marut, dan bahkan menjadi harapan bagi kehidupan bangsa.
Bagi
para mahasiswa idealisme adalah sesuatu yang telah tumbuh dan mengakar,
terutama bagi mereka yang menyebut dirinya sebagai aktifis. Sebutan aktifis
sebetulnya sangat identik dengan kegiatan demonstrasi. Kalau masih ingat tragedi ’98, mereka yang
pernah mengalami peristiwa itu menyebut dirinya sebagai aktifis ’98.
Kegiatannya waktu itu ya demonstrasi, menyuarakan reformasi dan menurunkan
Presiden Soeharto. Zaman sekarang, kebanyakan mahasiswa tidak memilih jalan
sebagai aktifis. Tugas-tugas kuliah sekarang sudah menumpuk, jumlah kontrak SKS
semakin banyak, belum lagi urusan nongkrong yang tidak mau ketinggalan.

