Berbicara masalah pemuda, pasti terlintas bahwa mereka adalah golongan yang penuh semangat, loyal, pejuang, tak pernah takut,berjiwa pemimpin dan golongan harapan bangsa. Tapi sepertinya itu dahulu. Bagi saya, sosok dan karakter pemuda seperti ini sudah mulai terkikis. Jarang sekali golongan muda yang berjiwa seperti tadi. Miris memang ketika melihat pemuda zaman sekarang, apalagi ditambah dengan berita-berita negatif seputar pemuda khususnya di Indonesia seperti tawuran, narkoba, pemerkosaan, geng motor, dll.
Mungkin ini juga salahsatu pengaruh dari perkembangan zaman yang semakin hari merusak akhlak pemuda. Asimilasi budaya barat yang timbul, menghilangkan kekhasan kaum Timur seperti Indonesia. Yaa, misalnya saja dari gaya hidup dan pola pikir. Memang sih, sebagian kecil pemuda Indonesia masih ada yang berjiwa 'benar-benar pemuda' yang sering disebut-sebut sebagai golongan penerus bangsa.
Bukan hanya krisis ekonomi atau politik yang sekarang melanda Indonesia, tapi juga krisis pemuda. Ini perlu perhatian khusus, agar jiwa pemuda yang semangat, berani dan berjiwa pemimpin hadir kembali di masyarakat.
Bukan hanya krisis ekonomi atau politik yang sekarang melanda Indonesia, tapi juga krisis pemuda. Ini perlu perhatian khusus, agar jiwa pemuda yang semangat, berani dan berjiwa pemimpin hadir kembali di masyarakat.
Begitulah, walaupun bangsa ini sudah berdeka secara fisik, namun ternyata belum secara mental. Kita belum merdeka seutuhnya. Melihat realita pemuda zaman sekarang, harapan ini semakin tipis. Pemuda sekarang berada di persimpangan jalan. Apakah akan menjadi generasi pelopor erubahan atau kebangkitan ataukah hanya menjadi penerus generasi tua meuju kepunahan. Kekhawatiran ini bukan khayalan, fakta-fakta berbicara bahwa kerusakan generasi muda sudah sedemikian parahnya. Nilai-nilai perjuangan sumpah pemuda sepertinya sudah luntur tak berwarna, harnya warna kusam yang bisa terlihat oleh pandangan mata.
Zaman baru akan lahir karena adanya pikiran baru, jiwa baru dan semangat baru. Ketiga tanda tersebut merupakan ciri orang muda. Dalam tiga hal inilah, letak kepeloporan dan peran pemuda harus menonjol di segala aspek kehidupan. Pikiran baru membuat pemuda belajar dan selalu memperkaya wawasan seluas-luasnya. Jiwa baru mengawali sebuah kematangan setelah menghadapi benturan-benturan tantangan dan menyelesaikannya dengan semangat. Pemuda selayaknya harus menisbahkan dirinya pada suatu pergerakan untuk memperjuangkan pikiran-pikiran dan jiwanya yang akan menyatu menjadi sejarah emas yang gemilang. Bukan menjadi pelopor pergerakan teroris, keras, zionis atau liberalis.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar