4 November 2010

Assalamu’alaikum Sahabat

Sahabat, pernahkah sedikit saja ketika kesibukan merajai kita, pada saat itu pula kita mengingat-Nya dalam kelapangan hati? Sungguh rendah, ketika kita mencoba manafakurinya. Ketika aktifitas mengantri untuk dilaksanakan. Tugas-tugas berjubel, sementara waktu semakin sempit dan beribu satu aktifitas lainnya yang menyita pikiran, perhatian serta waktu kita. Bahkan waktu utama kita untuk dekat kepada-Nya saja menjadi nomor kesekian, bukan prioritas. Shalat. Kita pun lupa untuk saling mengingatkan, dengan teman, sahabat, bahkan orang tua kita yang dekat sekli dengan kita. Apakah ini seorang muslim dan muslimah yang dikatakan sebagai mujahid sholeh dan mujahidah sholehah? Apakah ini sorang muslim dan muslimah yang selalu memperjuangkan Islam? Bahkan dengan satu hal kecil saja kita sudah kalah dengan lemahnya diri? Pada saat sekarang kita sadar akan kelemahan kita, tapi apakah kesadaran itu membuat kita angkuh untuk tidak mengingatkan yang lain. Bukankah Rasul pun selalu memberikan apa yang terjadi padanya sebagai pelajaran bagi umatnya.

Sahabat, pernahkah kita mengukur diri kita dengan apa yang telah kita targetkan sebelumnya? Target-target yang menjadi infestasi kita untuk melangkah. Manajemen waktu yang kita buat, sudahkah menjadi hal yang bermanfaat bagi orang lain? Ketika kita hanya melihat pada waktu yang kita butuhkan untuk diri kita, apakah kita teah membagi waktu itu menjadi waktu untuk dunia dan peradaban? waktu yang terus berjalan dan tak kan pernah berulang mundur sedetik pun. Manfaatkanlah waktu duniamu sahabat, untuk mempersiapkan mu pada hari berakhirnya dunia nanti dan waktu peradaban untuk memastikan langkahmu pada kehidupan Islam yang akan datang.


Sahabat, mari kita siapkan diri kita untuk terus berjuang dan memperbaiki diri kepada-Nya. kokohkan langkah kita dengan terus membimbing iman dan ilmu kita menuju ridha-Nya. Apalagi yang kita harapkan selain ridha-Nyadalam perjuangan kita?

Sahabat, dalam kerendahan hati ada ketinggian budi. Dalam kemiskinan harta ada kekayaan jiwa dan dalam kesempitan hidup pada kekuasaan ilmu. Sahabat, Allah menguji keikhlasan dalam kesendirian. Allah memberikan kedewasaan ketika masalah-masalah berdatangan dan Allah melatih ketegaran dalam kesakitan.

Sahabat, Hanya ada satu pelita yang dapat kita pegang dan selalu menyala di mana-mana, yang tetap akan menerangi temapt jauh seperti menerangi tempat dekat. Itulah rasa cinta dan kasih sayang pada sesama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...