Sejauh kita melangkah, maka semakin dekat rintangan dan halangan
Saat kita berjalan menggenggam mimpi dengan sebuah niat yang tulus maka di sebuah perjalanan kita akan mendapatkan rintangan yang berat
Rintangan terkadang bukan dalam bentuk kesulitan, berbagai macam pilihan peluang mungkin akan menggoda kita untuk berpaling dari mimpi kita terdahulu
Jika ini melanda diri kita, maka berhentilah sejenak....
Tariklah nafas dan renungkan apa yang benar-benar kita inginkan dalam hidup ini
17 November 2010
Ikhlas-lah
Sering bagi kita memiliki sebuah pengharapan yang sangat kita nantikan kehadirannya, entah berupa sesuatu, seseorang, dan lainnya. Begitu tinggi, sehingga kita sedikit melupakan kegagalan yang sebenarnya lekat di samping kita. Begitulah manusia, kekurangan yang sebenarnya bias kita siasati akhirnya jatuh pada sebuah ego dan emosi.
Tidak banyak yang mampu kembali dalam kondisi yang stabil ketika kelabilan hati bertengger dengan nyaman dalam renda hati kita. Walau hanya sebagian yang mampu, itupun dengan kerja keras yang masih menorehkan sakit yang tidak biasa.
Satu kata kunci yang sebenarnya sangat ampuh mengatasi hal ini. Ikhlas. Itulah salah satu interpretasi dari sekian banyak keagungan yang Allah berikan kepada hamba-Nya. Kalamullah yang memang indah, namun sulit untuk kita aplikasikan. Ketegaran saja tidak cukup, namun semangat untuk terus memperdalam ilmu, ikhtiar, dan tawakal adalah langkah utama dalam pencapaian kalam tersebut.
Tidak banyak yang mampu kembali dalam kondisi yang stabil ketika kelabilan hati bertengger dengan nyaman dalam renda hati kita. Walau hanya sebagian yang mampu, itupun dengan kerja keras yang masih menorehkan sakit yang tidak biasa.
Satu kata kunci yang sebenarnya sangat ampuh mengatasi hal ini. Ikhlas. Itulah salah satu interpretasi dari sekian banyak keagungan yang Allah berikan kepada hamba-Nya. Kalamullah yang memang indah, namun sulit untuk kita aplikasikan. Ketegaran saja tidak cukup, namun semangat untuk terus memperdalam ilmu, ikhtiar, dan tawakal adalah langkah utama dalam pencapaian kalam tersebut.
Pasangan Terbaikmu
Coba perhatikan tangan kiri dan kananmu
serasi sejalan, saling melengkapi, tidak peduli bahwa tangan kanan yang sangat kuat
selalu mengajak tangan kiri untuk bersama sama
memikul beban,....
lalu perhatikanlah ....
kaki kananmu
yang mengajak kaki kirimu untuk berjalan cepat
bahkan berlari,.....
mereka selalu melengkapi kekurangan satu sama lain
subanallah....
serasi sejalan, saling melengkapi, tidak peduli bahwa tangan kanan yang sangat kuat
selalu mengajak tangan kiri untuk bersama sama
memikul beban,....
lalu perhatikanlah ....
kaki kananmu
yang mengajak kaki kirimu untuk berjalan cepat
bahkan berlari,.....
mereka selalu melengkapi kekurangan satu sama lain
subanallah....
selain nabi Muhammad SAW
manusia ditaqdirkan akan kekurangan
agar selalu saling melengkapi satu sama yang lain, bukan saling menjatuhkan
manusia ditaqdirkan akan kekurangan
agar selalu saling melengkapi satu sama yang lain, bukan saling menjatuhkan
Menilai
Radius waktu yang panjang biasanya akan membentuk seseorang dalam sebuah pikiran yang terpola.
Kontribusi lingkungan dengan kombinasi pemahaman pemikiran membuat seseorang menjadi terbentuk.
Tidak ada yang salah sampai posisi ini.
Kemudian akan menjadi salah ketika seseorang terbelenggu dalam sebuah penilaian benar dan salah dalam menilai seseorang.
Kontribusi lingkungan dengan kombinasi pemahaman pemikiran membuat seseorang menjadi terbentuk.
Tidak ada yang salah sampai posisi ini.
Kemudian akan menjadi salah ketika seseorang terbelenggu dalam sebuah penilaian benar dan salah dalam menilai seseorang.
Database yang lengkap tentang ciri-ciri orang terbenar dan tersalah yang terekam dalam rekam memori membuat kita tidak pernah bisa melepaskan dalam menilai kulitnya saja.
Ibarat kerang dan isinya. Maka begitulah yang akan terjadi pada saat kita melihat semuanya….
Ibarat kerang dan isinya. Maka begitulah yang akan terjadi pada saat kita melihat semuanya….
Memperbaiki
Selalu ada keinginan bagi jiwa-jiwa yang ingin memperbaiki dirinya dengan sesuatu yang lebih baik lagi dari sebelumnya.
Sayangnya tidak semua jiwa benar-benar tulus memperbaiki dirinya.
Rasa “Merasa Benar” membuat kita merasa tidak perlu memperbaiki apapun dari diri kita.
Padahal bila kita mau menilik lebih jauh lagi perasaan “Merasa Benar” hanya akan membuat kita jauh dari kebenaran.
Sayangnya tidak semua jiwa benar-benar tulus memperbaiki dirinya.
Rasa “Merasa Benar” membuat kita merasa tidak perlu memperbaiki apapun dari diri kita.
Padahal bila kita mau menilik lebih jauh lagi perasaan “Merasa Benar” hanya akan membuat kita jauh dari kebenaran.
Tidak ada sebuah kebenaran tanpa sebuah keinginan untuk memperbaiki.
Tidak ada sebuah kebenaran tanpa sebuah keinginan untuk melepaskan rasa bernama”Merasa Benar.”
Tidak ada sebuah kebenaran tanpa sebuah keinginan untuk melepaskan rasa bernama”Merasa Benar.”
4 November 2010
Assalamu’alaikum Sahabat
Sahabat, pernahkah sedikit saja ketika kesibukan merajai kita, pada saat itu pula kita mengingat-Nya dalam kelapangan hati? Sungguh rendah, ketika kita mencoba manafakurinya. Ketika aktifitas mengantri untuk dilaksanakan. Tugas-tugas berjubel, sementara waktu semakin sempit dan beribu satu aktifitas lainnya yang menyita pikiran, perhatian serta waktu kita. Bahkan waktu utama kita untuk dekat kepada-Nya saja menjadi nomor kesekian, bukan prioritas. Shalat. Kita pun lupa untuk saling mengingatkan, dengan teman, sahabat, bahkan orang tua kita yang dekat sekli dengan kita. Apakah ini seorang muslim dan muslimah yang dikatakan sebagai mujahid sholeh dan mujahidah sholehah? Apakah ini sorang muslim dan muslimah yang selalu memperjuangkan Islam? Bahkan dengan satu hal kecil saja kita sudah kalah dengan lemahnya diri? Pada saat sekarang kita sadar akan kelemahan kita, tapi apakah kesadaran itu membuat kita angkuh untuk tidak mengingatkan yang lain. Bukankah Rasul pun selalu memberikan apa yang terjadi padanya sebagai pelajaran bagi umatnya.
Sahabat, pernahkah kita mengukur diri kita dengan apa yang telah kita targetkan sebelumnya? Target-target yang menjadi infestasi kita untuk melangkah. Manajemen waktu yang kita buat, sudahkah menjadi hal yang bermanfaat bagi orang lain? Ketika kita hanya melihat pada waktu yang kita butuhkan untuk diri kita, apakah kita teah membagi waktu itu menjadi waktu untuk dunia dan peradaban? waktu yang terus berjalan dan tak kan pernah berulang mundur sedetik pun. Manfaatkanlah waktu duniamu sahabat, untuk mempersiapkan mu pada hari berakhirnya dunia nanti dan waktu peradaban untuk memastikan langkahmu pada kehidupan Islam yang akan datang.
Sahabat, pernahkah kita mengukur diri kita dengan apa yang telah kita targetkan sebelumnya? Target-target yang menjadi infestasi kita untuk melangkah. Manajemen waktu yang kita buat, sudahkah menjadi hal yang bermanfaat bagi orang lain? Ketika kita hanya melihat pada waktu yang kita butuhkan untuk diri kita, apakah kita teah membagi waktu itu menjadi waktu untuk dunia dan peradaban? waktu yang terus berjalan dan tak kan pernah berulang mundur sedetik pun. Manfaatkanlah waktu duniamu sahabat, untuk mempersiapkan mu pada hari berakhirnya dunia nanti dan waktu peradaban untuk memastikan langkahmu pada kehidupan Islam yang akan datang.
Langganan:
Komentar (Atom)





