4 Januari 2012

Membangun Kepercayaan Nasabah Terhadap bank

Sebagaimana kita ketahui, bank adalah lembaga keuangan yang salah satu kegiatan utamanya adalah menghimpun dan menyalurkan ada dari dan kepada masyarakat. Selain itu bank juga dikenal sebagai tempat untuk meminjam uang (kredit) bagi masyarakat yang membutuhkannya. Ada juga yang menyebut bank sebagi tempat untuk menukarkan uang, memindah uang dari satu pihak kepada pihak lain, atau sebagi tempat untuk menerima segala macam bentuk pembayaran dan setoran seperti pembayaran listrik, telepon, air, pajak, uang kuliah dan pembayaran lainnya.

Bisnis perbankan merupakan bisnis jasa yang berdasar pada azas kepercayaan sehingga masalah kinerja pelayanan menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilan bisnis ini
Selain itu, sektor perbankan bisa dikatakan sebagai sektor pendukung perkembangan ekonomi negara yaitu sebagai lembaga penyuntik dana dalam mendukung dan menopang aktivitas-aktivitas ekonomi rakyat. Hal ini bisa dilakukan jika kepercayaan masyarakat terhadap bank cukup tinggi, sehingga dapat mendorong aktivitas produktif pada bank.
Dalam dunia perbankan yang berorientasi profit, kegiatan pemasaran produk bank sudah menjadi keharusan yang harus dijalankan. Tanpa pemasaran yang baik, jangan harap bank bisa memperoleh banyak nasabah untuk memakai produk mereka. Apalagi melihat semakin meningkaynya jumlah bank yang ada di Indonesia, tentu saja ini menimbulkan efek persaingan dalam memperoleh nasabah bagi bank itu sendiri.
Dalam perkembangannya, banyak sekali produk-produk bank yang dikeluarkan untuk menarik selera masyarakat untuk menyimpan dananya di bank. Misalnya saja pada produk tabungan yang paling diminati oleh nasabah, biasanya dalam satu perusahaan bank, banyak terdapat beberapa jenis produk tabungan  dengan berbagai keuntungan yang ditawarkan. Belum lagi dengan bank-bank lainnya yang mempunyai jenis produk yang bervariasi. Hal ini menjadi sebuah masalah kompleks bagi calon nasabah untuk memilih produk dan bank sesuai dengan keinginannya.
Pelayanan bagi dunia perbankan adalah kunci yang membedakan suatu bank dengan pesaingnya, sehinggga memegang peranan penting dalam pencapaian tujuan perusahaan. Industri jasa perbankan ini sangat terkait erat dengan kepercayaan, service (layanan), dan hubungan yang dekat berpadu interaksi terbaik kepada nasabah. Pemilihan masyarakat atas produk bank tidak hanya dilihat dari jumlah keuntungan yang ditawarkan (segi kuantitas), namun masyarakat juga akan menilai dari segi kualitas, pelayanan dan tingkat kesehatan bank yang akan dipilih, disamping kebutuhan masyarakat untuk menyimpan dananya di bank.
Salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh suatu bank agar dapat sukses dalam persaingan adalah berusaha untuk menciptakan dan mempertahankan nasabah.  Nasabah merupakan suatu faktor terpenting bagi perkembangan suatu bank karena tanpa nasabah suatu perusahaan tidak akan dapat menjalankan kegiatan usahanya. Oleh karena itu, bank dituntut untuk dapat memberikan sesuatu yang berharga dan dapat memberikan kesan yang baik kepada nasabah dan calon nasabahnya. Salah satu faktor yang berharga dan dapat memberikan kesan yang mendalam bagi nasabah adalah memberikan kepuasan melalui kinerja pelayanan. Pelayanan yang baik harus mampu memudahkan nasabah melewati keruwetan yang berbelit dan lama. Apalagi melihat kondisi masyarakat Indonesia yang ingin serba praktis dan instan, pelayanan bank harus dilakukan semaksimal mungkin agar nasabah tidak “kabur”.
Dalam hal ini, hukum alam berlaku. Semakin baik kualitas dan pelayanan yang diberikan bank kepada nasabahnya, akan semakin loyal masyarakat menjadi nasabah bank tersebut. Namun sebaliknya, jika reputasi dan kredibilitas bank buruk, seperti banyaknya kasus-kasus yang menimpa bank, sistem pelayanan yang buruk, atau pula margin keuntungan yang sedikit, akan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap bank.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...