21 Juni 2008

Lost in Love expresi anak muda

22 May 2008

Lost in Love eXpresi anak muda
www.bantenmuda.multiply.com
Seratus tahun hari kebangkitan nasional menjadi moment yang sangat penting bagi kebangkitan Generasi Muda. Di tengah keterpurukan bangsa dan Negara Indonesia, muncul berbagai prestasi anak muda yang membanggakan bukan hanya di tingkat nasional tetapi juga di tingkat international. Ini membuktikan bahwa sumber daya manusia Indonesia tidak kalah dengan yang ada di luar negeri. Salah satu contoh adalah dengan munculnya Rachmania Arunita (Nia) sebagai penulis cerita, penulis skenario dan sutradara film Lost in Love di usia 22 tahun.
Karir Nia menulis karya pertamanya dalam bahasa Perancis ketika masih duduk di Sekolah Dasar di Kota Villeneuve d'Ascq, Perancis. Pada saat berumur 15 tahun novelnya berjudul Eiffe I'm in Love menjadi best seller, terjual sekitar 70.000 ekslempar di pasaran dan mengantarkannya sebagai penulis skenario muda dalam film dengan judul yang sama.
Dari karyanya ini pula Nia mendapat beragam penghargaan diantaranya adalah Sarasvati Award 2nd International Film Festival 2004 (best scenario), Festival Film Perancis 2004 (one of the 6 juries), dan MTV Beda Award 2004.
Berangkat dari pengalaman tersebut kini Nia kembali menulis cerita lanjutan dari novel Eiffel I'm In Love yaitu Lost In Love. Lost In Love sudah diterbitkan dalam bentuk e-Book terlebih dahulu sebelum pada akhirnya dicetak dalam bentuk novel dan diangkat menjadi film layar lebar. Dalam film Lost In Love, Nia tidak hanya bertindak sebagai penulis cerita tetapi juga langsung sebagai penulis skenario dan sutradara.
Disela Press Screen film Lost in Love di Senayan City Cinema XXI Kamis (22/5), kepada Banten Muda Nia mengatakan bahwa film ini dibuat oleh anak muda untuk anak muda. Cerita film bergenre Drama remaja ini berawal dari kekecewaan Tita pada semua orang yang menganggapnya sebagai anak kecil dan manja. Dia pun dikhianati oleh Adit dengan sikapnya yang tidak berubah, tetap dingin dan ketus. Tita semakin kesal karena Adit pun memiliki penilaian yang sama seperti kebanyakan orang. Suatu ketika, Tita memutuskan pertunangan dan hubungan dengan Adit. Dia merasa sudah saatnya hidup mandiri tanpa ada seseorangpun yang menjaga dan melarangnya berbuat apapun. Tita ingin membuktikan kalau dirinya sanggup hidup sendiri tanpa orang lain.
Hadir pula Arifin Putra yang berperan sebagai Alex, orang ketiga yang muncul diantara Adit dan Tita. Disini Alex digambarkan sebagai seorang mahasiswa Thailand yang kuliah di Paris, dimana secara tidak sengaja bertemu dengan Tita saat Tita tersesat di Paris.
Cowok Ganteng kelahiran 1 Mei 1987 ini secara tidak sengaja mendapatkan peran dalam film Lost in Love ketika bertemu dengan Rachmania Arunita di sebuah cafe. Karena melihat kemampuannya dalam berbahasa Perancis, maka peran Alex sangatlah cocok untuk diperankan oleh pria keturunan Indo Jerman ini. "Kalo karakter aku sih, yah anak kuliahan dan aku anak dari pernikahan campuran, ibu aku Perancis, bapak aku Indonesia. Dan bagaimana ya… Ya, anaknya sih biasa, baik, gampang bergaul sama orang, dan juga siap membantu, cuman ya tetap aja yang namanya juga manusia ya, tetap ada kayak batas temperamentnya lah," ujarnya saat dimintai komentar mengenai sosok Alex.
Berdurasi 99 menit, Nia mampu membuktikan kepiawaiannya membuat sebuah cerita. Dengan latar belakang gambar 90% memanfaatkan pesona kota Paris yang romantis, film mengalir apik dan mudah dicerna.
Dalam pemilihan pemainpun Nia bisa dibilang cukup jeli, tidak gampang mencari pemain yang sesuai dengan karakter yang ada di Lost in Love . Para pemain dipilih dengan proses yang berbeda, seperti Pevita yang harus mengalahkan 1,100 pesaing dalam sebuah road show atau mencari peran Adit dengan karakter cool dan tidak banyak bicara. Apalagi peran Alex, harus mencari sosok anak muda yang bisa berbahasa Perancis dan Inggris. Semua itu melalui proses yang tidak gampang.
Di bawah bendera rumah produksi Studio Samuan & Itrema Creative Development, talent–talent muda diberikan kesempatan untuk unjuk gigi dalam film Lost in Love. Di mulai dari Nia yang usianya masih sangat muda menjadi penulis cerita sekaligus sutradara, Eric Chang walaupun usianya baru 17 tahun tapi sudah dipercaya menjadi photographer untuk poster film. Stefan Damasena membuat website Lost in Love yang keren atau David Kurniawan si pembuat poster. Konsep design yang mereka gunakan sangat unik dan berbeda.
Memperkuat mood adegan-adegan di Lost in Love, Group Tangga mempersembahkan lagu-lagu barunya untuk mengisi soundtrack film ini. Bukanlah hal yang mudah memang, namun justru inilah tantangan yang dijawab dengan penuh cinta oleh para personel Tangga, Chevrina Anayang, Mohammed Kamga, Nerra Merlin, dan Tahir "Tata" Hadiwijoyo.
Film Lost in Love yang dibuat oleh sineas muda ini patut mendapatkan apresiasi agar potensi dan prestasi yang telah diperoleh dapat lebih dikembangkan. Tidak menutup kemungkinan, dimasa yang akan datang Nia akan tergerak untuk membuat film yang sama dengan latar belakang pesona keindahan alam Indonesia. Kita berharap di dunia perfilman Indonesia akan tumbuh potensi-potensi muda berbakat lainnya. Film ini diharapkan mampu menularkan virus positif dari anak muda dan memberikan inspirasi bagi siapa saja untuk menyulut kebangkitan generasi muda Indonesia. (Wira).www.bantenmuda.multiply.com
Diposting oleh mediacare di 8:32 PM
Label:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...